Beranda Media PGSC salah satu gagasan Pemersatu Budaya Papua
PGSC salah satu gagasan Pemersatu Budaya Papua
Manokwari,- Papua Green Sound and Culture (PGSC) adalah salah satu gagasan Bentara Papua yang berfokus kepada anak muda. Kegiatan ini lebih ditekankan bagi anak muda untuk lebih meningkatkan kreativitas. “Bahasa pemersatu di Papua ini secara umum adalah melalui musik” ujar Yudi, Penanggung jawab PGSC saat melakukan konferensi pers di Pondok Bentara, Rabu  (3/6/2020). 
Untuk itu PGSC ini merupakan salah satu cara Bentara Papua dalam mengkampanyekan jaga hutan dengan lomba bermusik yang dilaksanakan sejak tahun 2018.
PGSC tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena dilaksanakan di tengah situasi pandemi Covid-19. Metode yang digunakan juga berbeda. PGSC sebelumnya, para peserta hanya mengirimkan hasil kreasi ciptaannya melalui video tanpa harus tampil secara langsung, namun tahun ini dengan mengusung tema: Musik dari Rumah untuk Alam dan Budaya Papua, akan dilaksanakan secara langsung melalui media social yang ada. 
Yudi juga menjelaskan, konsep ini akan dibuat seperti festival musik secara online. “Saya rasa ini merupakan yang pertama di Papua, ada festival musik secara online”, tambah yudi.
Bentara Papua yakin melalui musik, orang lain akan sadar akan pentingnya menjaga alam. Karena dalam lomba PGSC ini semua peserta bebas menciptakan karyanya dan berkreasi sesuai dengan dengan gayanya. Tak hanya itu, lomba ini juga tidak memungut biaya pendaftaran, sehingga semua kalangan masyarakat dapat menjadi peserta. Karya yang dilombakan juga merupakan karya sendiri dan belum pernah dipublikasikan.
Yudi berharap, PGSC ini dapat menjadi platform untuk musisi di Tanah Papua yang mau menyuarakan kecintaannya terhadap alam. Sehingga semakin banyak orang yang sadar dan cinta terhadap alam dan budayanya masing-masing. (nov)