Beranda Media Masyarakat Adat Harus Lebih Siap Mengelola Hutannya Sendiri
Masyarakat Adat Harus Lebih Siap Mengelola Hutannya Sendiri
“Dari Konsolidasi Mitra LPHD Manggroholo Sira di Teminabuan”

Teminabuan,- Kepala Bidang Pembinaan Hutan dan Perhutanan Sosial Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, Yunus W Krey,S.Hut,M.Si berharap masyarakat adat di Kampung Manggroholo dan Kampung Sira lebih siap untuk mengelola hutannya sendiri.
“Yang terpenting adalah bagaimana kesiapan masyarakat dalam menghadapi perkembangan ke depan dalam pengelolaan hutan mereka sendiri,” kata Yunus W Krey saat mengikuti pertemuan konsolidasi mitra Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Manggroholo Sira di Teminabuan,Senin-Selasa(9-10/2020).
Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, kata Yunus, akan memback-up atau mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh LPHD Manggroholo dan Sira. Dirinya juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Greenpeace dan Bentara Papua yang selama ini mendampingi LPHD Manggroholo dan Sira dalam pengelolaan hutan di kedua kampung ini.
Lanjutnya, mengingat keterbatasan sumber daya manusia dan pembiayaan di lingkup Dinas Kehutanan Papua Barat, sehingga dukungan Greenpeace dan Bentara Papua, memang sangat dibutuhkan.” Kami sangat berterima kasih untuk teman-teman LSM ini, sangat luar biasa,” tandasnya.
Kepala Seksi Penyiapan Kawasan dan Usaha Perhutanan Sosial Balai PSKL Wilayah Maluku Papua, Lenijie S.Y Leleulya,S.Hut,M.Si menambahkan, bahwa kelas KUPS  LPHD Manggroholo dan Sira sudah pada tahapan Silver, artinya sudah ada rencana pengelolaannya dan sudah memiliki unit usaha. Selanjutnya akan ditingkatkan agar bisa ke tahap Gold.
“Bagaimana untuk sampai ke kelas Gold atau Emas? Untuk sampai di kelas ini, LPHD Manggroholo Sira harus bisa menjual produk-produk mereka di tingkat lokal secara teratur dan lebih produktif,” jelasnya.
Leni, panggilan akrabnya, berharap Greenpeace dan Bentara Papua terus mendampingi LPHD Manggroholo dan Sira. “ Kami pihak pemerintah belum bisa secara rutin menyanggupi permasalahan di lapangan, selain wilayah yang luas dan tenaga yang terbatas, sehingga peran lembaga lain sangat kami butuhkan,” ujarnya.
Greenpeace dan Bentara Papua,lanjut Leni,sudah terbukti sangat intensif melakukan pendampingan di LPHD Manggroholo dan Sira. Mereka selalu ada di masyarakat, dan program-program yang dijalankan juga cukup baik, hanya perlu terus ditingkatkan.  “Kami dari pemerintah akan selalu mendampingi, tapi dengan cara dan mekanisme yang kami pakai di pemerintah,” tandasnya.
Juru Kampanye Greenpeace di Papua, Amos Sumbung mengatakan, pertemuan ini sebenarnya untuk membentuk satu kolaborasi bersama agar tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. “Dengan kolaborasi bersama, kita berharap LPHD Manggroholo dan Sira bisa lebih maju lagi,” tandasnya.
Amos juga berharap LPHD Manggroholo dan Sira agar lebih kreatif dan lebih inovatif.  “Mereka harus merasa bahwa ini barang punya mereka,dan semua program yang disusun itu adalah untuk kepentingan mereka. Jadi merekalah yang seharusnya berada di depan untuk bekerja lebih serius daripada LSM Pendamping atau pihak pemerintah,” harapnya.*)

Ditulis oleh : Ab Yomo untuk bentarapapua.org
Versi videonya bisa dilihat pada link : https://www.youtube.com/watch?v=yIiCrQCbT6Q&t=221s