Beranda Media Konservasi Papua Barat Bukan Soal Ikannya, Tapi Untuk Masa Depan Anak-Anak Papua
Konservasi Papua Barat Bukan Soal Ikannya, Tapi Untuk Masa Depan Anak-Anak Papua

Manokwari(23/01/2020),- Konservasi Papua Barat bukan soal ikannya, tapi untuk masa depan anak-anak Papua. Demikian kata Mark Erdmann, Peneliti dari Conservation International Indonesia ketika mempresentasekan materinya pada kegiatan Talkshow Interaktif Pembangunan Berkelanjutan antara Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Mitra Pembangunan, di Manokwari, Kamis(23/01/2020).

Berikut ini adalah pernyataannya...

Kalau kita bicara tentang Provinsi Konservasi menurut saya hal yang paling pokok untuk kita tayangkan adalah justru anak papua, bukan ikannya. Karena yang mau kita buat dengan Provinsi Konservasi, dengan Perdasus, dengan Deklarasi Manokwari adalah untuk menjamin masa depan anak Papua.

Karena itu mengapa kita begitu banyak memberikan waktu dan investasi untuk merealisasikan satu Provinsi Konservasi. Jadi saya harap kita untuk selalu mengingat anak Papua. Saya meminjam satu dua kata dari Fredi Numberi dalam bukunya Quo Vadis Papua, yang dalam bahasa latin maksudnya Papua mau d bawa ke mana? Atau Papua Barat mau dibawa kemana?

Saya pikir foto ini ( Menunjukkan slide foto anak papua yang hendak melompat dari tebing air terjun ke laut) cukup tepat untuk kita melihat hal itu, juga pada saat kita mau membahas Provinsi Konservasi. Di foto ini kita bisa melihat ada alam Papua yang begitu indah, ada air terjun, ada hutan, ada laut yang bagus, dan di tengah-tengah itu ada masyarakat Papua.

Nah, kita bisa mempertanyakan, masyarakat Papua itu mau ke mana? Apakah dia mau jatuh dan tenggelam di dalam globalisasi ini? Atau dia justru mau menikmati dia punya alam ini. Dia mau memanfaatkan itu sebagaimana mestinya. Saya pikir itu yang membuat kenapa kita bergabung hari ini untuk membahas itu. Kalau membahas Quo Vadis Papua, saya mengharapkan kita akan menuju kepada Provinsi Konservasi.

Kenapa presentase saya akan membahas tentang Papua Barat?atau Tanah Papua seluruhnya layak dijadikan sebagai Provinsi Konservasi Pertama di dunia? Saya sebagai orang laut, akan membicarakan sedikit tentang keunikan sumber daya alam laut yang ada di Papua Barat.

Menurut saya sudah ada beberapa langkah kongkrit yang dilakukan terhadap laut di Papua Barat. Ketika kita menanyakan kenapa Papua Barat layak dijadikan Provinsi Konservasi?Saya pikir kita lihat dari tiga sisi; Pertama dari masyarakat adat atau orang asli Papua yang sangat tergantung pada kekayaan alam Papua dan sangat rentan terhadap globalisasi, dimana kita lihat haknya sering disingkirkan oleh perusahaan, dan itu sudah lama sering terjadi dan sekarang kita mau merubah itu.

Dari sisi alam daratannya, 90 persen dari hutannya yang ada di sini masih cukup utuh, dan ini salah satu hutan tropis terbesar yang ada di dunia, dan itu penting sekali. Bakau dan Gambut di sini juga sangat luas dan ini penting sebagai pengelola karbon. Mudah-mudahan transfer fiskal ekologis yang sedang digarap itu bisa terwujud. Keanekaragaman hayati di darat ini juga sangat khas, sangat endemik namun terancam, mulai dari burung cenderawasih sampai kangguru pohon.

Dari sisi alam lautnya jelas-jelas, karena ini mungkin keahlian saya, kita bisa bilang bahwa keanekaragaman hayati di laut Papua Barat ini tertinggi di dunia, dengan ekosistem laut yang sangat terbaik. Tidak ada tempat lain di dunia yang seperti punya kita di sini( Papua Barat). Ini sangat-sangat penting bagi ketahanan pangan dan sumber ekonomi bagi masyarakat asli Papua di pesisir.

Papua Barat merupakan pusat keanekaragaman hayati laut di dunia ini. Ada lebih dari 600 spesies karang, itu 75 persen dari seluruh dunia punya karang, ada di Papua Barat. Angka terakhir 1859 spesies ikan karang yang ada di Papua Barat. Itu 300 spesies lebih banyak daripada yang ada di Australia, yang orang mengaku sebagai terumbuh karang yang sangat hebat. Kita punya hampir 25 persen lebih banyak spesies di sini dibandingkan Australia, padahal kita 80 persen lebih kecil dari Australia.

Kita juga punya Jamursba Medi di Tambrauw, yang merupakan kawasan bertelur Penyu Belimbing terbesar di Dunia. Selain itu ada masih banyak lagi yang lain, ada Paus, Hiu dan sebagainya. Tempat ini memang tidak kalah dengan tempat lainnya di dunia. Anda perna dengar segitiga karang, tempatnya dimiliki oleh Indonesia, Filipina, Timor Leste, Papua New Guinea dan Salomon Island. 

Justru Papua adalah jantung dari segitiga karang itu. Yang lain-lain punya 500 lebih spesies karang, Papua Barat punya 600 lebih spesies karang.Kita juga punya terumbu karang yang berbeda. Ketika terjadi perubahan iklim, kita lihat tempat-tempat lain mau mengalami pemutihannya. Kalau ada pemanasan di laut, terumbuh karang di tempat lain menjadi putih. Tapi di Papua Barat sangat berbeda. Kadang kita lihat dia putih, tapi kalaupun putih, dalam satu dua bulan dia akan kembali normal. Berarti ini tempat yang sangat penting masa depannya terumbu karang di seluruh dunia.

Nah dari perspektifnya ikan karang, saya juga mau bilang bahwa ikan di Papua Barat juga paling banyak di seluruh dunia. Justru dalam dua puluh tahun terakhir ini kita sudah menemukan 100 spesies baru yang hanya ada di Papua Barat. Sejumlah ikan yang baru ditemukan itu kemudian diberi nama beberapa tokoh putra papua, seperti Mantan Menteri Perhubungan Fredy Numberi,mantan Gubernur Papua Barat, Mantan Bupati Raja Ampat, juga ada jenis ikan baru yang dilabeli nama Unipa. 

Dari perspektif konservasi, raja ampat perkembangannya sangat luar biasa. Itu karena Pemerintah bekerjasama sangat dekat dengan masyarakat lokal bahkan LSM Lokal.

Jadi begitu banyak spesies baru yang hanya bisa didapat di papua Barat. Walaupun ikan kecil, itu adalah aset penting bagi Papua Barat. Orang dari luar datang ke sini untuk melihat ini, karena tidak ada di tempat lain di dunia.

Papua Barat juga punya megafone yang luar biasa. Penyu Belimbing terbanyak di dunia, justru bertelur di sini. Ada empat tempat pembesaran Manta ( Pari Raksasa) di raja ampat, di tempat lain di seluruh dunia sulit ditemukan.

Dari perspektif duyun, di tempat lain di Indonesia sudah mau punah, tapi di Papua masih banyak.Yang menarik sekali Penyu Belimbing ketika dia sudah bertelur di Tambauw, dia akan menyebrang lautan pasific hingga sampai di California Amerika Serikat, lalu dia balik lagi ke Papua Barat (Tambrauw) untuk bertelur. Ini menunjukkan bahwa Papua Barat menjadi penting sekali bagi biota laut di seluruh dunia.

Papua Barat juga memiliki populasi Hiu Paus terbesar di dunia.Paling gampang untuk dilihat turis. Kita memberi tanda pada ikan paus di Teluk Cenderawasih dan kaimana, kita lihat dia bisa pergi ke Sulawesi sampai ke Australia. Ada beberapa yang hanya tinggal di Teluk Cenderawasih, tapi ada beberapa yang bisa pergi ke Sulawesi, Australia, Papua New Guinea.

Kita juga punya hiu yang berjalan sirip. Bagi orang Papua mungkin ini adalah hal yang biasa, tapi hiu jalan sirip ini tidak ada di tempat lain di seluruh dunia, hanya ada di Papua Barat. Ada lima spesies hiu jalan sirip di Papua Barat. Itu sudah menjadi objek wisata yang sangat luar biasa. Pari Raksasa di Raja Ampat, panjangnya 6,4 meter itu adalah yang terbesar di dunia. Ada juga 16 spesies lumba-lumba yang bisa didapatkan di Papua Barat.

Satu hal lagi yang menarik adalah ikan puri, ikan kecil ini adalah dasar dari rantai makanan yang ada di laut Papua Barat ini, dan itu masih banyak sekali. Tapi sayangnya, ada begitu banyak sekali nelayan yang datang dari luar untuk menghabiskan ini. Barangkali ini satu hal yang perlu sekali dipikirkan dalam membuat regulasi di Papua Barat untuk menjamin keberadaan ikan puri ini. Kalau ikan puri tidak ada, maka Tenggiri juga akan tidak ada, Paus dan lain-lain akan tidak ada di Papua barat. Kita juga punya danau ubur-ubur yang luar biasa, tidak ada di tempat lain kecuali di Palau. 

Berdasarkan input dari 25 ahli international dan Indonesia, Papua ditunjuk sebagai prioritas nomor 1 untuk mengembangkan konservasi, karena Papua Barat memiliki habitat yang sangat luar biasa bagi biota laut, dan alasan lainnya adalah karena evolusi masih berjalan di kawasan ini. Evolusi kita berpikir terjadi jutaan tahun lalu, tapi di Papua Barat itu kita bisa temukan evolusi masih terjadi, dan bisa muncul spesies baru.

Kalau kita berpikir tentang nilai sumber daya alam Papua, maka ada tiga hal yang paling penting sekali, pertama itu ketahanan pangan masyarakat lokal, itu penting yang luar biasa. Dia juga punya nilai budaya dan sekarang nilai wisata bahari sangat luar biasa.

Nah untuk merealisasikan PK dari sisi laut, Papua Barat punya 20 kawasan konservasi laut (Perairan) yang luasnya 4,6 juta hektar dan itu sudah dibangun dalam 20 tahun terakhir. Patroli masyarakat dan aparat sudah berhasil menekan praktek pemboman ikan di hampir seluruh KKP. Jadi bisa dibilang ada kesuksesan.

Jadi kalau ada kolaborasi Pemerintah dan masyarakat, itu bisa sukses. Hasil perikanan juga sudah meningkat. Kita lihat biomassa ikan di perairan raja ampat sudah meningkat dalam 20 tahun terakhir. Jadi masyarakat lokal sudah bisa tangkap ikan lebih daripada sebelumnya.Jadi orang berpikir konservasi adalah untuk melarang-melarang-melarang, sebenarnya tidak juga.Konservasi justru bisa sangat bermanfaat kepada masyarakat lokal.

Jadi bicara soal Provinsi Pembangunan Berkelanjutan, itu untuk masyarakat lokal di Papua Barat, bukan untuk orang yang datang dari jauh. Dari perspketif pariwisata, konservasi sangat membantu. Jika sebelumnya Raja Ampat, sekarang sudah berkembang ke Teluk Cenderawasih, Kaimana dan beberapa tempat yang menarik para Divers untuk menikmati, baik Internasional maupun Indonesia.

Di Tahun 2001 baru ada 1 resort milik Max Hammers dan1 liveaboard yang datang, ada 300 tamu yang tiba. Pada 2018 ada 12 resort,59 liveabroard,130 homestay dan hampir 30 ribu tamu yang datang dari 95 negara.Dan kita belum hitung nilai ekonominya secara keseluruhan. Tapi kalau lihat dari karcis jasa lingkungannya kepada tamu, itu lebih dari 2 juta dollar hingga 2018, sedangkan 2019 lebih tinggi lagi, walaupun saya belum punya angka yang terakhir itu.

Prinsip dari PK adalah untuk mengakui dan memastikan hak masyarakat adat Papua untuk mengelola, menikmati dan memanfaatkan sumber daya alam Papua yang kaya demi masa depannya anak cucu Papua secara berkelanjutan sesuai dengan budaya lokal. 

Saya berpikir, kita harus mengerti dan mengakui bahwa ini satu konsep dan regulasi yang sangat maju, kalau kita bandingkan dengan tempat lainnya di dunia.Papua Barat bisa bangga dengan keberadaan Perdasus ini, dan saya harap itu bisa diselesaikan dengan cepat. 

Saya tinggal di New Zealand, itu negara yang tidak semaju seperti yang ada di Papua Barat, tapi cukup maju dalam hal regulasi. Mereka punya begitu banyak regulasi untuk menjamin hak masyarakat asli, yaitu orang Mauri. Di tahun terakhir ada satu peraturan atau produk hukum yang keluar yang menurut saya sangat menarik yaitu berdasarkan kepercayaan orang Mauri, bahwa sungai-sungai dan gunung justru punya hak yang sama seperti manusianya. Dia (Gunung dan sungai) sakral dan dia penting sekali. Dalam regulasinya itu masuk, jadi kalau ada yang merusak sungai dan gunung, akan digugat. Nah ini menarik sekali konsepnya.Itu sesuatu yang sudah diterapkan di New Zealand, dan ini mungkin yang bisa dipikirkan.

Sekarang kita fokus pada Perdasus yang sudah hampir selesai, semoga kita sukses merealisasikan impian yang besar ini. Terima kasih!

Ditulis oleh : Ab Yomo